Pengunjung

My Profile :

Foto saya
Bekasi, Jawa Barat, Indonesia
Singles who must .., well established, like traveling, steady ..! Discipline and hard work ..! Please Your Comment to my Blog..!

Selasa, 24 Mei 2011

Kasus Letusan Gunung St. Helen dan Bencana Tsunami.

Dengan melihat kejadian alam yang begitu dasyat dan diluar kemampuan manusia untuk dapat mengendalikannya, manusia dengan segala upaya dan usahanya ingin terhindar dari semua bahaya dan malapetaka tersebut, namun kekuatan Alam ternyata lebih dasyat dan mau tidak mau manusia harus menerima kenyataan Alam ternyata bisa bertindak kurang ramah pada lingkungannya.
Musibah St.Helen dan Tsunami tersebut memang banyak kerugian yang ditimbulkan, baik kerugian materi dan korban nyawa serta kerugian yang tak ternilai harganya yaitu menurunnya tingkat kestabilan ekosistem yang semula berjalan normal dan memberikan kenyamanan hidup pada manusia.
Dari sudut pandang kesehatan lingkungan, untuk sesaat banyak hal telah dirasakan merugikan seperti adanya pencemaran udara,pencemaran air, timbulan sampah-sampah organic, ditambah lagi terganggunya sarana umum dan transportasi, fasilitas ekonomi, lahan pertanian, dimana dampak tersebut mengakibatkan merosotnya tingkat ekosistem dan populasi khususnya di wilayah kejadian tersebut. Dampak ini akan bisa dilihat pada kasus penyakit yang muncul seperti penyakit mata,sesak nafas,diare, dan kulit serta dampak sosial yang msih banyak seperti tingkat kecukupan akan kebutuhan hidup seperti pakaian,makanan serta tempat tinggal. Amat tragis kalau kita nilai dengan perasaan.
Dengan fenomena kedasyatan alam yang tak bisa dihindari tersebut, manusia berupaya untuk mengurangi resiko yang ditimbulkannya dan sebagai manifestasi bidang kesehatan lingkungan tentunya banyak yang bisa diupayakan dalam mengurangi resiko akibat dampak kejadian tersebut, dengan jalan seperti :
ü   Secara aktif memberikan penyuluhan dan pengertian pada masayarakat luas akan bahaya berbagai pencemaran dan penyakit yang akan ditimbulkan akibat kejadian tersebut dan tentunya diikuti dengan penelitian dan upaya mencari solusi akan berbagai masalah yang akan timbul.
ü   Memantau secara rutin sarana-sarana yang dipakai dan dibutuhkan masyarakat tersebut, seperti sarana pengobatan, sarana air bersih, sarana tempat tinggal, serta sarana distribusi makanan dan tempat umum yang diperlukannya.
ü   Mengadakan riset dan penelitian sederhana untuk meneliti partikel dan senyawa kimia serta bacteriologis yang bisa berakibat negatif pada populasi dan ekosistem setempat.

Dan sebagai manusia kita harus menyadari kejadian alam yang begitu dasyat dan banyak menimbulkan korban, ternyata perlahan-lahan alam juga mampu mengubah ekosistem dan populasi kembali seperti semula, itulah fenomena alam yang tak bisa dilakukan dan diciptakan seorangpun di dunia ini..!
Alam bisa menghancurkan dan alam juga mampu mengembalikan seperti semula..!
Wallahu A’lam..

Penyebab, Sebab dan Akibat Pencemaran Lingkungan pada Air.

Penyebab terjadinya pencemaran lingkungan sebagian besar disebabkan oleh tangan manusia. Pencemaran air dan tanah adalah pencemaran yang terjadi di perairan seperti sungai, kali, danau, laut, air tanah, dan sebagainya. Sedangkan pencemaran tanah adalah pencemaran yang terjadi di darat baik di kota maupun di desa. Alam memiliki kemampuan untuk mengembalikan kondisi air yang telah tercemar dengan proses pemurnian atau purifikasi alami dengan jalan pemurnian tanah, pasir, bebatuan dan mikro organisme yang ada di alam sekitar kita.

Jumlah pencemaran yang sangat masal dari pihak manusia membuat alam tidak mampu mengembalikan kondisi ke seperti semula. Alam menjadi kehilangan kemampuan untuk memurnikan pencemaran yang terjadi. Sampah dan zat seperti plastik, DDT, deterjen dan sebagainya yang tidak ramah lingkungan akan semakin memperparah kondisi pengrusakan alam yang kian hari kian bertambah parah. Sebab Pencemaran Lingkungan di Air dan di Tanah :
1. Erosi dan curah hujan yang tinggi.
2. Sampah buangan manusia dari rumah-rumah atau pemukiman penduduk.
3. Zat kimia dari lokasi rumah penduduk, pertanian, industri, dan sebagainya.

Salah satu penyebab pencemaran di air yang paling terkenal adalah akibat penggunaan zat kimia pemberantas hama DDT. DDT digunakan oleh para petani untuk mengusir dan membunuh hama yang menyerang lahan pertanian. DDT tidak hanya berdampak pada hama namun juga binatang-binatang lain yang ada di sekitarnya dah bahkan di tempat yang sangat jauh sekalipun akibat proses aliran rantai makanan dari satu hewan ke hewan lainnya yang mengakumulasi zat DDT. Dengan demikian seluruh hewan yang ada pada rantai makanan akan tercemar oleh DDT termasuk pada manusia. DDT yang telah masuk ke dalam tubuh akan larut dalam lemak, sehingga tubuh kita akan menjadi pusat polutan yang semakin hari akan terakumulasi hingga mengakibatkan efek yang lebih menakutkan. Akibat adanya biological magnification / pembesaran biologis pada organisme yang disebabkan oleh penggunaan DDT :
a. merusak jaringan tubuh makhluk hidup
b. menimbulkan otot kejang, otot lelah dan bisa juga kelumpuhan
c. menghambat proses pengapuran dinding telur pada hewan bertelur sehingga telurnya tidak dapat menetas.
d. lambat laun bisa menyebabkan penyakit kanker pada tubuh.

DAMPAK PENCEMARAN LINGKUNGAN TERHADAP KESEHATAN
Pengetahuan tentang hubungan antara jenis lingkungan sangat penting agar dapat menanggulangi permasalahan lingkungan secara terpada dan tuntas. Dewasa ini lingkungan hidup sedang menjadi perhatian utama masyarakat Indonesia dan masyarakat dunia umumnya. Meningkatnya perhatian masyarakat mulai menyadari akibat-akibat yang ditimbulkan dan kerusakan lingkungan hidup. Sebagai contoh apabila ada penumpukan sampah di kota maka permasalahan ini diselesaikan dengan cara mengangkut dan membuangnya ke lembah yang jauh dari pusat kota, maka hal ini tidak memecahkan permasalahan melainkan menimbulkan permasalahan seperti pencemaran air tanah, udara, bertambahnya jumlah lalat, tikus dan bau yang merusak, pemandangan yang tidak mengenakan. Akibatnya menderita interaksi antara lingkungan dan manusia yang
akhirnya menderita kesehatan. Interaksi manusia dengan lingkungan hidupnya merupakan suatu proses yang wajar dan terlaksana sejak manusia itu dilahirkan sampai akhir hidupnya. Hal ini membutuhkan daya dukung lingkungan untuk kelangsungan hidupnya. Masalah lingkungan hidup sebenarnya sudah ada sejak dahulu, masalah lingkungan hidup bukanlah masalah yang hanya dimiliki atau dihadapi oleh negara-negara maju ataupun negara-negara miskin, tapi masalah lingkungan hidup adalah sudah merupakan masalah dunia dan masalah kita semua.

Keadaan ini ternyata menyebabkan kita berpikir bahwa pengetahuan tentang hubungan antara jenis lingkungan ini sangat penting agar dapat menanggulangi permasalahan lingkungan secara terpadu dan tuntas. Masalah lingkungan hidup merupakan kenyataan yang harus dihadapi, kegiatan pembangunan terutama di bidang industri yang banyak menimbulkan dampak negatif merugikan masyarakat. Masalah lingkungan hidup adalah merupakan masalah yang komplek dan harus diselesaikan dengan berbagai pendekatan multidisipliner. Industrialisasi merupakan conditio sine quanon keberhasilan pembangunan untuk memacu laju pertumbuhan ekonomi, akan tetapi industrialisasi juga mengandung resiko lingkungan. Oleh karena itu munculnya aktivitas industri di suatu kawasan mengundang kritik dan sorotan masyarakat. Yang dipermasalahkan adalah dampak negatif limbahnya yang diantisipasikan mengganggu kesehatan lingkungan Penyebab terjadinya pencemaran lingkungan sebagian besar disebabkan oleh tangan manusia. Pencemaran air dan tanah adalah pencemaran yang terjadi di perairan seperti sungai, kali, danau, laut, air tanah, dan sebagainya. Sedangkan pencemaran tanah adalah pencemaran yang terjadi di darat baik di kota maupun di desa. Alam memiliki kemampuan untuk mengembalikan kondisi air yang telah tercemar dengan proses pemurnian atau purifikasi alami dengan jalan pemurnian tanah, pasir, bebatuan dan mikro organisme yang ada di alam sekitar kita.


Jumlah pencemaran yang sangat masal dari pihak manusia membuat alam tidak mampu mengembalikan kondisi ke seperti semula. Alam menjadi kehilangan kemampuan untuk memurnikan pencemaran yang terjadi. Sampah dan zat seperti plastik, DDT, deterjen dan sebagainya yang tidak ramah lingkungan akan semakin memperparah kondisi pengrusakan alam yang kian hari kian bertambah parah. Sebab Pencemaran Lingkungan di Air dan di Tanah :
1. Erosi dan curah hujan yang tinggi.
2. Sampah buangan manusia dari rumah-rumah atau pemukiman penduduk.
3. Zat kimia dari lokasi rumah penduduk, pertanian, industri, dan sebagainya.
Salah satu penyebab pencemaran di air yang paling terkenal adalah akibat penggunaan zat kimia pemberantas hama DDT. DDT digunakan oleh para petani untuk mengusir dan membunuh hama yang menyerang lahan pertanian.

DDT tidak hanya berdampak pada hama namun juga binatang-binatang lain yang ada di sekitarnya bahkan di tempat yang sangat jauh sekalipun akibat proses aliran rantai makanan dari satu hewan ke hewan lainnya yang mengakumulasi zat DDT. Dengan demikian seluruh hewan yang ada pada rantai makanan akan tercemar oleh DDT termasuk pada manusia. DDT yang telah masuk ke dalam tubuh akan larut dalam lemak, sehingga tubuh kita akan menjadi pusat polutan yang semakin hari akan terakumulasi hingga mengakibatkan efek yang lebih   menakutkan. Akibat adanya biological magnification / pembesaran biologis pada organisme yang disebabkan oleh penggunaan DDT :
a. merusak jaringan tubuh makhluk hidup
b. menimbulkan otot kejang, otot lelah dan bisa juga kelumpuhan
c. menghambat proses pengapuran dinding telur pada hewan bertelur sehingga telurnya tidak dapat menetas.
d. lambat laun bisa menyebabkan penyakit kanker pada tubuh.

DAMPAK PENCEMARAN LINGKUNGAN TERHADAP KESEHATAN
Pengetahuan tentang hubungan antara jenis lingkungan sangat penting agar dapat menanggulangi permasalahan lingkungan secara terpada dan tuntas. Dewasa ini lingkungan hidup sedang menjadi perhatian utama masyarakat Indonesia dan masyarakat dunia umumnya. Meningkatnya perhatian masyarakat mulai menyadari akibat-akibat yang ditimbulkan dan kerusakan lingkungan hidup. Sebagai contoh apabila ada penumpukan sampah di kota maka permasalahan ini diselesaikan dengan cara mengangkut dan membuangnya ke lembah yang jauh dari pusat kota, maka hal ini tidak memecahkan permasalahan melainkan menimbulkan permasalahan seperti pencemaran air tanah, udara, bertambahnya jumlah lalat, tikus dan bau yang merusak, pemandangan yang tidak mengenakan. Akibatnya menderita interaksi antara lingkungan dan manusia yang akhirnya menderita kesehatan. Interaksi manusia dengan lingkungan hidupnya merupakan suatu proses yang wajar dan terlaksana sejak manusia itu dilahirkan sampai akhir hidupnya. Hal ini membutuhkan daya dukung lingkungan untuk kelangsungan hidupnya. Masalah lingkungan hidup sebenarnya sudah ada sejak dahulu, masalah lingkungan hidup bukanlah masalah yang hanya dimiliki atau dihadapi oleh negara-negara maju ataupun negara-negara miskin, tapi masalah lingkungan hidup adalah sudah merupakan masalah dunia dan masalah kita semua.

Keadaan ini ternyata menyebabkan kita berpikir bahwa pengetahuan tentang hubungan antara jenis lingkungan ini sangat penting agar dapat menanggulangi permasalahan lingkungan secara terpadu dan tuntas. Masalah lingkungan hidup merupakan kenyataan yang harus dihadapi, kegiatan pembangunan terutama di bidang industri yang banyak menimbulkan dampak negatif merugikan masyarakat. Masalah lingkungan hidup adalah merupakan masalah yang komplek dan harus diselesaikan dengan berbagai pendekatan multidisipliner. Industrialisasi merupakan conditio sine quanon keberhasilan pembangunan untuk memacu laju pertumbuhan ekonomi, akan tetapi industrialisasi juga mengandung resiko lingkungan. Oleh karena itu munculnya aktivitas industri di suatu kawasan mengundang kritik dan sorotan masyarakat. Yang dipermasalahkan adalah dampak negatif limbahnya yang diantisipasikan mengganggu kesehatan lingkungan.

Senin, 23 Mei 2011

Diklat DSS (Decision Support System) 22 sd 29 Mei di Salaman.

Diklat ini diikuti oleh para pejabat eselon minimal eselon IV/a dan para Widyaiswara dari beberapa Bapelkes dan Dinkes Propinsi di seluruh Indonesia.

Tujuan diklat ini memberikan materi dasar penggunaan internet dalam kebutuhan perkantoran dan bisnis.

Materi yang akan diberikan dalam Diklat ini adalah Aplikasi Expert Choice 1.1 dimana aplikasi DSS yang menjadi bhn dasar digunakan untuk media pengambilan keputusan jika yang menjadi sumber persoalan adalah beragam kriteria pemilihan

Para Pengajar :
1. WI Bapelkes Salaman
2. Tim Dosen dari UGM
3. Murcita, SPd, M.Kes
4. Aris Nugroho, S.Kom
5. Resti Dewi Wijayanti, SPd.

MOT ;
1. Abd.Kadar,SKM,M.Kes
2. Drg. Marsono,M.Kes
3. Drs. Agus Winarso,Apt,M.Kes