Pengunjung

My Profile :

Foto saya
Bekasi, Jawa Barat, Indonesia
Singles who must .., well established, like traveling, steady ..! Discipline and hard work ..! Please Your Comment to my Blog..!

Kamis, 16 Juni 2011

Appropriate Technology in Entomology



" TEKNOLOGI TEPAT GUNA DALAM ENTOMOLOGI "

~ Adalah upaya manusia untuk membuat kehidupan lebih sejahtera,lebih baik,lebih enak    dan lebih mudah.
~ Teknologi dikembangkan untuk membuat hidup lebih baik, efisien dan mudah.
~ Yaitu suatu teknologi yang memenuhi, persyaratan: teknis, ekomomi dan sosial budaya (LIPI, 2009).

Aspek Teknis :
         Memperhatikan & menjaga tata kelestarian lingkungan hidup,
         Penggunaan secara maksimal bahan baku lokal,
         Menjamin mutu (kualitas) dan jumlah (kuantitas) produksi,
         Mudah perawatan dan operasi,
         Serta relatif aman dan mudah menyesuaikan terhadap perubahan.

Aspek Ekonomi :
         Efektif menggunakan modal,
         Keuntungan kembali kepada produsen,
         Jenis usaha kooperatif yang mendorong timbul industri lokal.

Aspek Sosial Budaya :
         Memanfaatkan keterampilan yang sudah ada,
         Menjamin perluasan lapangan kerja,
         Menekan pergeseran tenaga kerja,
         Menghidari konflik sosial budaya dan meningkatkan pendapatan yang merata.

Penilaian dan Alternatif Pemilihan TTG :
         Perbaikan teknologi tradisional,
         Biaya investasi cukup rendah/relatif murah,
        Teknis cukup sederhana dan mampu untuk dipelihara dan 
      didukung oleh keterampilan setempat.
         Alat mandiri masyarakat dan mengurangi ketergantungan kepada pihak luar.

Jenis Teknik Sampling Nyamuk yang digunakan selama ini 
 ( Contoh Foto2 ) :

1.  Human landing collection (HLC) :
      

2. Man bait net trap (Tent trap) :


3  Ifakara trap :


4. Animal bait net trap :

5. Light trap with CO2 :


6 Pet Shelter :



7. Emergence Trap :


8. Ovitrap :


9. Window Trap :



10. Earthern Jar :


11.  Resting Box :


Semoga Foto-foto ini bermanfaat bagi teman-teman...!
Sumber : Materi Diklat TOT Entomologi 13 s/d 18 Juni 2011
                Pusdiklat Aparatur Kesehatan, Jakarta.

Rabu, 15 Juni 2011

Tugas KTI dalam Diklat TOT Entomologi

A R T I K E L
PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE

 


OLEH :
KELOMPOK I

 Peserta Pelatihan TOT ENTOMOLOGI


Anggota :

MIFTAHUR ROHIM              : BAPELKES LEMAHABANG
ALFRED ARIYANTO            : BBPK  CILOTO
HAMDI                                  : DINKES PROP. SULTENG
HENDARTO                          : DINKES PROP. JATENG
WAHYUDI                             : DINKES PROP. DKI


PUSDIKLAT APARATUR KESEHATAN BPP SDM
13 S/D 18 Juni 2011
JAKARTA


 Yang Perlu Anda Ketahui tentang DBD

Pendahuluan
Penyakit demam berdarah dengue merupakan masalah kesehatan di Indonesia, hal ini tampak dari kenyataan yang ada dibawah. Seluruh wilayah di Indonesia mempunyai resiko untuk terjangkit penyakit demam berdarah dengue, sebab baik virus penyebab maupun nyamuk penularnya sudah tersebar luas di perumahan penduduk maupun fasilitas umum diseluruh Indonesia. Laporan yang ada sampai saat ini penyakit demam berdarah dengue sudah menjadi masalah yang endemis pada 122 daerah tingkat II, 605 daerah kecamatan dan 1800 desa/kelurahan di Indonesia. Sehingga tidaklah aneh apabila kita sering kali membaca di media cetak tentang adanya berita berjangkitnya penyakit demam berdarah dengue di berbagai wilayah Indonesia hampir di sepanjang waktu dalam satu tahun. Walaupun angka kesakitan penyakit ini cenderung meningkat dari tahun ke tahun, sebaliknya angka kematian cenderung menurun, dimana pada akhir tahun 60-an/awal tahun 70-an sebesar 41,3% menjadi berkisar antara 3-5% pada saat sekarang.
Hal-hal yang mempengaruhi tingkat penurunan dari angka kematian ini adalah semakin dininya penderita mendapat penanganan oleh aparat-aparat kesehatan yang ada di daerah-daerah.
Dalam tulisan singkat ini akan saya bahas perihal penyakit demam berdarah dengue, apa dan bagaimana terjadinya pada manusia, kemudian bagaimana penampilan klinisnya, serta hal-hal yang patut diketahui oleh ibu-ibu/awam didalam mengantisipasinya.
Definisi penyakit demam berdarah dengue dan proses terjadinya penyakit ini pada manusia.
Sebelum kita bahas penyakit demam berdarah dengue, perlu saya jelaskan terlebih dahulu bahwa penyakit demam berdarah dengue adalah salah satu bentuk klinis dari penyakit akibat infeksi dengan virus dengue pada manusia. Sedangkan manifestasi klinis dari infeksi virus dengue dapat berupa demam dengue dan demam berdarah dengue. Untuk menjawab pertanyaan diatas, akan saya bahas melalui tiga urutan sebagai berikut :
Virus Dengue
Termasuk famili Flaviviridae, yang berukuran kecil sekali yaitu 35-45 nm.
Virus ini dapat tetap hidup (survive) dialam ini melalui dua mekanisme.
Mekanisme pertama, tranmisi vertikal dalam tubuh nyamuk. Dimana virus dapat ditularkan oleh nyamuk betina pada telurnya, yang nantinya akan menjadi nyamuk. Virus juga dapat ditularkan dari nyamuk jantan pada nyamuk betina melalui kontak seksual.
Mekanisme kedua, tranmisi virus dari nyamuk ke dalam tubuh makhluk ~Vertebrata~ dan sebaliknya. Yang dimaksud dengan makhluk vertebrata disini adalah manusia dan kelompok kera tertentu.
Virus dengue dalam tubuh nyamuk.
Nyamuk mendapatkan virus ini pada saat melakukan gigitan pada manusia (makhluk vertebrata) yang pada saat itu sedang mengandung virus dengue didalam darahnya (viraemia). Virus yang sampai kedalam lambung nyamuk akan mengalami replikasi (memecah diri/kembang biak), kemudian akan migrasi yang akhirnya akan sampai di kelenjar ludah. Virus yang berada di lokasi ini setiap saat siap untuk dimasukkan ke dalam kulit tubuh manusia melalui gigitan nyamuk.
Virus dengue dalam tubuh manusia.
Virus memasuki tubuh manusia melalui gigitan nyamuk yang menembus kulit. Setelah itu disusul oleh periode tenang selama kurang lebih 4 hari, dimana virus melakukan replikasi secara cepat dalam tubuh manusia. Apabila jumlah virus sudah cukup maka virus akan memasuki sirkulasi darah (viraemia), dan pada saat ini manusia yang terinfeksi akan mengalami gejala panas. Dengan adanya virus dengue dalam tubuh manusia, maka tubuh akan memberi reaksi. Bentuk reaksi tubuh terhadap virus ini antara manusia yang satu dengan manusia yang lain dapat berbeda, dimana perbedaan reaksi ini akan memanifestasikan perbedaan penampilan gejala klinis dan perjalanan penyakit.
 Perjalanan penyakit dan Reaksi dalam tubuh manusia :
Pada prinsipnya, bentuk reaksi tubuh manusia terhadap keberadaan virus dengue adalah sebagai berikut :
Bentuk reaksi pertama.
Terjadi netralisasi virus, dan disusul dengan mengendapkan bentuk netralisasi virus pada pembuluh darah kecil di kulit berupa gejala ruam (rash).
Bentuk reaksi kedua.
Terjadi gangguan fungsi pembekuan darah sebagai akibat dari penurunan jumlah dan kualitas komponen-komponen beku darah yang menimbulkan manifestasi perdarahan.
Bentuk reaksi ketiga.
Terjadi kebocoran pada pembuluh darah yang mengakibatkan keluarnya komponen plasma (cairan) darah dari dalam pembuluh darah menuju ke rongga perut berupa gejala ascites dan rongga selaput paru berupa gejala efusi pleura. Apabila tubuh manusia hanya memberi reaksi bentuk 1 dan 2 saja maka orang tersebut akan menderita demam dengue, sedangkan apabila ketiga bentuk reaksi terjadi maka orang tersebut akan mengalami demam berdarah dengue.
Tanda dan Gejala DBD.
Demam dengue.
Ditandai oleh gejala-gejala klinik berupa demam, nyeri pada seluruh tubuh, ruam dan perdarahan.

Demam.
Demam yang terjadi pada infeksi virus dengue ini timbulnya mendadak, tinggi (dapat mencapai 39-40 derajat celcius) dan dapat disertai dengan menggigil. Begitu mendadaknya, sering kali dalam praktek sehari-hari kita mendengar cerita ibu bahwa pada saat melepas putranya berangkat sekolah dalam keadaan sehat walafiat, akan tetapi pada saat pulang putranya sudah mengeluh panas dan ternyata panasnya langsung tinggi. Pada saat anak mulai panas ini biasanya sudah tidak mau bermain. Demam ini hanya berlangsung untuk 5-7 hari. Pada saat demamnya berakhir, sering kali dalam bentuk turun mendadak (lysis), dan disertai dengan berkeringat banyak, dimana anak tampak agak loyo. Kadang-kadang dikenal istilah demam biphasik, yaitu demam yang berlangsung selama beberapa hari itu sempat turun ditengahnya menjadi normal kemudian naik lagi dan baru turun lagi saat penderita sembuh (gambaran kurva panas sebagai punggung unta).
Nyeri seluruh tubuh.
Dengan timbulnya gejala panas pada penderita infeksi virus dengue maka akan segera disusul dengan timbulnya keluhan nyeri pada seluruh tubuh. Pada umumnya yang dikeluhkan adalah nyeri otot, nyeri sendi, nyeri punggung dan nyeri pada bola mata yang semakin meningkat apabila digerakkan. Karena adanya gejala nyeri ini sehingga di kalangan masyarakat awam ada istilah flu tulang. Dengan sembuhnya penderita gejala-gejala nyeri pada seluruh tubuh ini juga akan hilang.
Ruam
Ruam yang terjadi pada infeksi virus dengue ini dapat timbul pada saat awal panas yang berupa ~flushing~ yaitu berupa kemerahan pada daerah muka, leher, dan dada. Ruam juga dapat timbul pada hari ke-4 sakit berupa bercak-bercak merah kecil seperti bercak pada penyakit campak. Kadang-kadang ruam yang seperti campak ini hanya timbul pada daerah tangan atau kaki saja sehingga memberi bentuk spesifik seperti kaos tangan/kaki.
Perdarahan
Pada infeksi virus dengue apalagi pada bentuk klinis demam berdarah dengue selalu disertai dengan tanda perdarahan. Hanya saja tanda perdarahan ini tidak selalu didapat secara spontan oleh penderita, bahkan pada sebagian besar penderita tanda perdarahan ini muncul setelah dilakukan test tourniquet. Bentuk-bentuk perdarahan spontan yang dapat terjadi pada penderita demam dengue dapat berupa perdarahan kecil-kecil di kulit (petechiae), perdarahan agak besar di kulit (echimosis), perdarahan gusi, perdarahan hidung dan kadang-kadang dapat terjadi perdarahan yang masif yang dapat berakhir dengan kematian. Berkaitan dengan tanda perdarahan ini, perlu dikemukakan bahwa pada anak-anak tertentu diketahui oleh orang tuanya bahwa apabila anaknya menderita panas selalu disertai dengan perdarahan hidung (epistaksis). Dalam dunia kedokteran hal tersebut diatas dikenal sebagai habitual epistaksis, sebagai akibat kelainan yang bersifat sementara dari komponen beku darah yang disebabkan oleh segala bentuk infeksi (tidak hanya oleh virus dengue). Pada keadaan lain ada penderita anak yang apabila mengalami sakit panas kemudian minum obat-obat panas tertentu akan disusul dengan terjadinya perdarahan hidung. Untuk penderita model begini ini obat-obat panas jenis tertentu tersebut sebaiknya dihindari.
Demam berdarah dengue.
Secara umum 4 gejala yang terjadi pada demam dengue sebagai manifestasi gejala klinis dari bentuk reaksi 1 dan 2 tubuh manusia atas keberadaan virus dengue juga didapatkan pada demam berdarah dengue. Yang membedakan demam berdarah dengue dengan demam dengue adalah adanya manifestasi gejala klinis sebagai akibat adanya bentuk reaksi 3 tubuh manusia terhadap virus dengue, yaitu berupa keluarnya plasma (cairan) darah dari dalam pembuluh darah keluar dan masuk kedalam rongga perut dan rongga selaput paru. Fenomena ini apabila tidak segera ditanggulangi dapat mempengaruhi manifestasi gejala perdarahan menjadi sangat masif. Yang dalam praktek kedokteran sering kali membuat seorang dokter terpaksa memberikan tranfusi darah dalam jumlah yang tidak terbayangkan. Yang penting untuk ibu-ibu/awam adalah dapat mengetahui/mendeteksi kapan seorang penderita demam berdarah dengue mulai mengalami keluarnya plasma (cairan) darah dari dalam pembuluh darah. Keluarnya plasma darah ini apabila ada biasanya terjadi pada hari sakit ke-3 sampai dengan hari ke-6. Biasanya didahului oleh penurunan panas badan penderita, yang sering kali terjadi secara memdadak (lysis) dan diikuti oleh keadaan anak yang tampak loyo, dan pada perabaan akan didapatkan ujung-ujung tangan/kaki dingin serta nadi yang kecil dan cepat. Pengalaman dalam praktek dokter mengajarkan bahwa banyak ibu-ibu yang pada saat demikian ini, dimana suhu tubuh putranya dirasakan normal mengira kalau putranya sembuh dari sakit. Dengan akibat si ibu tidak segera membawa putranya ke fasilitas kesehatan terdekat, dan baru terkejut beberapa waktu kemudian apabila menyadari bahwa putranya semakin lemah dan loyo. Pada keadaan ini penderita sudah dalam keadaan terlambat/kurang optimal untuk diselamatkan dari penyakitnya.

Pencegahan terhadap demam berdarah dengue.
Pencegahan ini bertujuan untuk mengetahui kemudian mewaspadai hal-hal/gejala-gejala yang terjadi yang mungkin mengarah pada penyakit demam dengue/demam berdarah dengue. Apabila mencurigai penderita penyakit tersebut maka segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat, untuk mendapatkan klarifikasi tentang penyakit yang diderita oleh penderita tersebut. Untuk klarifikasi ini penderita akan menjalani pemeriksaan seperti tourniguet test atau pemeriksaan darah.
Pencegahan Penyakit DBD :
Tidak ada vaksin yang tersedia secara komersial untuk penyakit demam berdarah. Pencegahan utama demam berdarah terletak pada menghapuskan atau mengurangi vektor nyamuk demam berdarah. Insiatif untuk menghapus kolam-kolam air yang tidak berguna (misalnya di pot bunga), menguras bak mandi setiap seminggu sekali, dan membuang hal - hal yang dapat mengakibatkan sarang nyamuk demam berdarah (Aedes aegypti), telah terbukti berguna untuk mengontrol penyakit yang disebabkan nyamuk. Hal-hal yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan agar terhindar dari penyakit demam berdarah, sebagai berikut:
1.      Melakukan kebiasaan baik, seperti makan makanan bergizi, olahraga rutin, dan istirahat yang cukup;
2.      Memasuki masa pancaroba, perhatikan kebersihan lingkungan tempat tinggal dan melakukan 3M, yaitu Menguras bak mandi, Menutup wadah yang dapat menampung air, dan Mengubur barang-barang bekas yang dapat menjadi sarang perkembangan jentik-jentik nyamuk, meskipun dalam hal mengubur barang-barang bekas tidak baik karena dapat menyebabkan polusi tanah. Akan lebih baik bila barang-barang bekas tersebut didaur-ulang;
3.      Fogging atau pengasapan hanya akan mematikan nyamuk dewasa, sedangkan bubuk abate akan mematikan jentik pada air. Keduanya harus dilakukan untuk memutuskan rantai perkembangbiakan nyamuk;
4.      Segera berikan obat penurun panas untuk demam apabila penderita mengalami demam atau panas tinggi.

Tidak ada vaksin yang tersedia secara komersial untuk penyakit demam berdarah. Pencegahan utama demam berdarah terletak pada menghapuskan atau mengurangi vektor nyamuk demam berdarah. Insiatif untuk menghapus kolam-kolam air yang tidak berguna (misalnya di pot bunga), menguras bak mandi setiap seminggu sekali, dan membuang hal - hal yang dapat mengakibatkan sarang nyamuk demam berdarah (Aedes aegypti), telah terbukti berguna untuk mengontrol penyakit yang disebabkan nyamuk.
Hal-hal yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan agar terhindar dari penyakit demam berdarah, sebagai berikut:
1.Melakukan kebiasaan baik, seperti makan makanan bergizi, olahraga rutin, dan istirahat yang cukup;
2.Memasuki masa pancaroba, perhatikan kebersihan lingkungan tempat tinggal dan melakukan 3M, yaitu Menguras bak mandi, Menutup wadah yang dapat menampung air, dan Mengubur barang-barang bekas yang dapat menjadi sarang perkembangan jentik-jentik nyamuk, meskipun dalam hal mengubur barang-barang bekas tidak baik karena dapat menyebabkan polusi tanah. Akan lebih baik bila barang-barang bekas tersebut didaur-ulang;
3.Fogging atau pengasapan hanya akan mematikan nyamuk dewasa, sedangkan bubuk abate akan mematikan jentik pada air. Keduanya harus dilakukan untuk memutuskan rantai perkembangbiakan nyamuk;
4.Segera berikan obat penurun panas untuk demam apabila penderita mengalami demam atau panas tinggi.
Hal yang patut dicurigai sebagai penyakit demam dengue/demam berdarah dengue :
1. Panas yang timbulnya mendadak, langsung tinggi dan disertai dengan tidak mau bermain.
2. Panas yang disertai flushing.
3. Panas yang disertai tanda-tanda perdarahan (kulit, hidung,gusi).
4. Panas yang berangsur dingin, tapi anak tampak loyo dan pada perabaan dirasakan ujung-ujung tangan/kaki dingin.
 Pengobatan DBD :
Bagian terpenting dari pengobatannya adalah terapi suportif. Sang pasien disarankan untuk menjaga penyerapan makanan, terutama dalam bentuk cairan. Jika hal itu tidak dapat dilakukan, penambahan dengan cairan intravena mungkin diperlukan untuk mencegah dehidrasi dan hemokonsentrasi yang berlebihan. Transfusi platelet dilakukan jika jumlah platelet menurun drastis. Pengobatan alternatif yang umum dikenal adalah dengan meminum ekstrak daun jambu biji. Merujuk hasil kerja sama penelitian Fakultas Kedokteran Unair dan BPOM, ekstrak daun jambu biji bisa menghambat pertumbuhan virus dengue. Bahan itu juga meningkatkan trombosit tanpa efek samping. Masyarakat harus memperhatikan informasi penting ini. Berdasarkan hasil kerja sama dalam uji pre-klinis Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang dilansir di Jakarta, Rabu (10/3) siang, ekstrak daun jambu biji dipastikan bisa menghambat pertumbuhan virus dengue penyebab demam berdarah dengue (DBD). Bahan itu juga mampu meningkatkan jumlah trombosit hingga 100 ribu milimeter per kubik tanpa efek samping. Peningkatan tersebut diperkirakan dapat tercapai dalam tempo delapan hingga 48 jam setelah ekstrak daun jambu biji dikonsumsi.[rujukan?] Bagian terpenting dari pengobatannya adalah terapi suportif. Sang pasien disarankan untuk menjaga penyerapan makanan, terutama dalam bentuk cairan. Jika hal itu tidak dapat dilakukan, penambahan dengan cairan intravena mungkin diperlukan untuk mencegah dehidrasi dan hemokonsentrasi yang berlebihan. Transfusi platelet dilakukan jika jumlah platelet menurun drastis. Pengobatan alternatif yang umum dikenal adalah dengan meminum ekstrak daun jambu biji. Merujuk hasil kerja sama penelitian Fakultas Kedokteran Unair dan BPOM, ekstrak daun jambu biji bisa menghambat pertumbuhan virus dengue. Bahan itu juga meningkatkan trombosit tanpa efek samping. Masyarakat harus memperhatikan informasi penting ini. Berdasarkan hasil kerja sama dalam uji pre-klinis Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang dilansir di Jakarta, Rabu (10/3) siang, ekstrak daun jambu biji dipastikan bisa menghambat pertumbuhan virus dengue penyebab demam berdarah dengue (DBD). Bahan itu juga mampu meningkatkan jumlah trombosit hingga 100 ribu milimeter per kubik tanpa efek samping. Peningkatan tersebut diperkirakan dapat tercapai dalam tempo delapan hingga 48 jam setelah ekstrak daun jambu biji dikonsumsi.[rujukan?]
Kesimpulan dan saran:
Apabila mendapati penderita sakit panas, hal yang penting dilakukan adalah memberikan perhatian secara sungguh-sungguh, kemudian mengamati aspek yang berkaitan dengan panasnya maupun hal-hal lain yang menyertainya. Kalau ditemui hal-hal yang mengarah ke penyakit demam dengue/demam berdarah dengue maka segeralah dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk klarifikasi dan penanganannya. Jangan sampai terlambat.

Selasa, 14 Juni 2011

Training TOT Entomology

      Results Discussion


1.      Vectors.
Vectors are animals that can transmit or move arthropods and / or a source of disease transmission to humans, such as insects, rats, dogs, pigs, monkeys, or other animals.
2.      Insects / Animals gadfly.
Insects / Animals gadfly is a species of arthropods that can transmit the disease infestation and disease.
3.      Ento Kes Skilled.
Ento Skilled Kes is the activity of functional health entomologist skilled technical execution of their duties include activities relating to implementation of operational concepts or operational methods in the field of ento Kes.
- Preparing
- Collect data
- Processing reports
4.   Ento Kes Experts.
Ento Kes is a functional expert entomologist expertise that performance of its duties include activities related to the development of knowledge, application of concepts and theories, science and art of solving problems and giving instruction in a systematic way in the field of medical entomology.
-          Make technical guidelines
-          Make TTG
-          Make the translation
-          Conduct research mosquitoes etc.
     5.   Preparation Ento Kes.
Preparation Ento Kes is entomologist in doing preparatory activities in carrying out the activities of entomology or vector control which is a competence that must be owned by a functional acting medical entomologist. In this activity an entomologist must have the ability to plan, feasibility studies, and prepare the materials and vector control tools. 
6.  Observations.                                                              
Observation is an activity that is routine to determine the population fluctuations vector.insect bullies.
7.  Investigation.
The investigation is an activity that is incidental to know the things you need to know about the vector insect pests and methods of eradication / control. Missal on outbreaks or disasters and border areas.
8.  Control.
Control is an effort to manage the environment to prevent or suppress the development of the population vector / insect pests in order to prevent disease and improve the comfort of human life without compromising environmental sustainability. Ex: spraying, fogging, PSN.
9.  Control Study.
Control study is the evaluation activities eg resistance test and test materials and equipment that will be used .. eg DD test (discriminating dose); afikasi test pesticides.
10.  Technical Guidance.
Guidance provided for the repair and solution of control problems that exist.